
Tuhan Allah tidak dilahirkan dan tidak
melahirkan. Bagaimana Isa boleh disebut "Anak Allah"?
Tentu
saja Tuhan Allah tidak mungkin dilahirkan atau melahirkan. Kalau dengan
perkataan "melahirkan" kita bermaksud berhubungan dengan daging/darah
atau hubungan intim di anatara lelaki dan wanita, kita semua dapat setuju,
bahwa "Tuhan Allah tidak melahirkan". Namun banyak orang berpendapat bahwa orang Nazrani memakai sebutan
"Anak Allah" karena mereka percaya Tuhan berhubungan secara
daging/darah atau hubungan intim. Pendapat ini memang sangat keliru. Arti seperti itu merupakan kekejian/laknat sekali pada kaum Nazrani dan
siapa saja yang menghormati dan menyembah Tuhan Allah. "Tuhan
Allah Roh adanya", kata Isa sendiri. Pendapat bahwa Tuhan
berhubungan seperti seorang suami dengan isteri begitu salah, sampai tidak
perlu dibicarakan.
Saudara
"anak Surabaya", bukan? Tetapi
bagaimana terjadi begitu? Apakah
Surabaya menikah dengan Gresik lalu melahirkan saudara? Apa yang diartikan dengan sebutan "anak
Surabaya"? Kata "anak"
disitu berarti "berasal", bukan? Jadi kata "anak" tidak harus berarti berkaitan dengan hubungan
daging/darah, bisa juga menunjukkan asal
seseorang.
Pada
pintu rumah ini ada alat yang dipasang untuk menghindari perampok membukanya
dan masuk rumah. Namanya
"kunci", bukan? Apa namanya
alat logam kecil yang dapat dimasukkan kedalam kunci itu agar pintu dapat
dibuka? "Anak kunci",
bukan? Mengapa alat itu disebut
"anak kunci"? Tentu saja si
Kunci tidak menikah dengan si Obeng lalu si Anak Kunci dilahirkan! Pada sebutan "anak kunci", kata
"anak" menunjukkan hubungan yang unik dan tunggal diantara dua hal.
Seharusnya hanya satu anak kunci dapat membuka kunci itu. Yang lain tidak berhasil sama sekali.
Lagi
kita dapat mengingat sebuah "busur"? Kadang-kadang anak panah disebut "anak busur", bukan? Tentu saja si Busur tidak melahirkan si Anak
Busur. Kata "anak" disini
menunjukkan sesuatu hubungan fungsionil. Busur dan anak busur menjadi satu
senjata. Kalau senjata itu akan dipakai
dengan tetap, kita perlu kedua-duanya sekaligus.

Bagaimana Isa disebut "Anak Allah yang kekal"
sekaligus, karena seorang ayah selalu lebih tua daripada anaknya, bukan?
Ada
salah faham yang dapat muncul dari sebutan "Anak Allah". Masalah
ini jarang sekali dipikirkan atau dijelaskan.
Sebelum saudara menjadi anak dari orang tuamu, dimana saudara? Orang Nazrani percaya bahwa sebelum kita ada
di kandungan ibu, kita tidak ada. Pada
Hari Raya Natal kita merayakan kelahirkan siapa? Isa Almasih, bukan? Banyak orang mengira kaum Nazrani percaya
bahwa kelahiran Isa di kandang Betlehem di Palestina merupakan permulaan yang
disebut "Anak Allah". Beberapa nats di Alkitab Suci membuktikan
pendapat ini salah. Sang Anak Allah "tidak berawal",
bukan seperti kita. Dia tidak terikat
oleh dimensi atau ukuran "waktu". Dia tidak
terpisah atau berbeda dari Tuhan Allah dalam kekekalanNya, namun Dia disebut
Firman/Akal/Komunikasi Allah yang kekal. Dialah Firman yang tidak diciptakan, dan sebagai Firman itu, semua yang
ada di alam semesta diciptakan oleh Dia. Dapatkah Allah dipisahkan dari FirmanNya, dari AkalNya, dari
KomunikasiNya dan masih dianggap Allah juga? Menurut Injil, Firman Tuhan Allah pada suatu saat yang kita rayakan
sebagai Hari Natal telah menjadi manusia. Namun Dia ada sebelum permulaan alam
semesta ini.
Dengan begitu banyak salah faham karena
sebutan "Anak Allah",
kenapa umat Nasrani tidak membuang sebutan itu saja dan memakai sebutan-sebutan
lain dari Alkitab tentang Isa Al-Masih?

Dapatkah kita mengerti dengan sempurna
apa yang diartikan Tuhan Allah dalam Injil dengan sebutan "Anak Allah"?
Tentu
saja kita tidak mungkin dapat mengerti dengan sempurna. Namun kita juga tidak boleh berani
melalaikannya atau membuangnya begitu saja, oleh karena kita tidak dapat memahaminya
dengan mudah. Kita harus terus berusaha
memahami artinya yang sedalam-dalamnya, karena disitulah inti sari tentang
siapa Isa Almasih yang sebenarnya. Hanya
dengan kita mengenal Isa secara pribadi di dalam hati, maka kita dapat
membuka pemahaman akan sebutan yang amat penting ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar